Nyoman Parta

Dampingi Guru Besar Unud, Nyoman Parta Beri Masukan kepada LPD Desa Adat Koripan Tengah

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Stagnan dan tidak ada perkembangan membuat LPD Desa Adat Koripan Tengah, di Banjar Koripan Tengah, Desa Banjarangkan, Klungkung, Bali, ingin melakukan pembenahan agar LPD milik desa adat itu dapat menjadi LPD yang sehat.

 

Salah satunya dengan mengundang Guru Besar Universitas Udayana, I Wayan Gede Suparta, didampingi anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta, untuk memberikan masukan dan saran demi keberlangsungan LPD di desa adat tersebut, Rabu (29/11) atau tepat pada Buda Cemeng Klawu.

 

Usai acara, anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta menjelaskan bahwa ia hadir mendampingi Guru Besar Universitas Udayana, I Wayan Gede Suparta yang sudah sering membantu desa adat yang mengalami permasalahan pada LPD. “Beliau sudah banyak membantu dan terapinya cocok, sehingga ketika ada LPD yang bermasalah beliaulah yang pertama kali kita beri tahu untuk kemudian berkenan turun membantu desa adat,” ujarnya.

 

Sebab menurut Parta, apabila LPD sehat, maka krama adat pun akan kuat dan pastinya sangat ringan dalam kehidupan desa adat. “Seperti contohnya di Desa Adat Guwang, asset, modal, dan pihak ketiga totalnya Rp198 Miliar jadi dari situ biasa pembangunan, biaya Yadnya, biaya Ngaben, termasuk biaya perlindungan sosial,” imbuhnya.

 

Dan untuk LPD Desa Adat Koripan sendiri, pihaknya melihat jika ada pengawasan yang lemah sehingga tata Kelola manajemen harus diperbaiki lagi. “Dalam hal ini Jro Bendesa Adat selaku pengawas LPD mungkin banyak yang sibuk juga jadi pengawasan ini perlu didampingi para professional juga,” tandasnya.

 

Hal serupa disampaikan oleh Guru Besar Universitas Udayana, I Wayan Gede Suparta. Menurutnya ia awalnya berangkat dari LPD Desa Adat Guwang kemudian Desa Adat Ketewel dan kali ini ia diminta membantu memperbaiki manajemen di LPD Desa Adat Koripan Tengah. “Sangat bersyukur diundang, dapat Ngayah untuk ikut membangun LPD ini,” ujarnya.

 

Menurutnya adanya kredit fiktif atau kredit macet yang jumlahnya cukup tinggi juga membuat LPD itu sakit. Termasuk jika ada pengurus LPD yang tidak bisa mengoperasikan IT. “Jadi harusnya Desa Adat punya program meningkatkan kompetensi pengurus LPD agar bagaimana bisa menguasai IT dan tentunya pengawasan harus dioptimalkan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Bendesa Adat Koripan Tengah, Anak Agung Gde Rai Artawan menjelaskan jika sejauh ini LPD Desa Adat Koripan berjalan tanpa ada keuntungan yang signifikan sehingga terkesan perkembangannya stagnan. Dan setelah mendapatkan masukan, pihaknya pun akan menyusun perencanaan yang lebih matang terkait kepengurusan serta Analisa kredit.

 

“Misalkan selama ini banyak yang tidak sesuai hasil Analisa kreditnya dengan kondisi kreditur sebenarnya dari kemampuan membayar misalnya. Sebenarnya sekarang sudah ketemu dimana permasalahannya tapi kita belum berani eksekusi sehingga kita minta masukan dan saran,” tandasnya. (*)

 

https://baliexpress.jawapos.com/bali/673345690/dampingi-guru-besar-unud-nyoman-parta-beri-masukan-kepada-lpd-desa-adat-koripan-tengah?page=2

YouTube

NYOMAN PARTA SH

FACEBOOK

INSTAGRAM

Penulis

Teman Parta

Teman Parta