Nyoman Parta

Baru Terpilih Kembali, Nyoman Parta Digerudug Ratusan Sopir dan Penjaga Malam

GIANYAR, Balinews.id – Ratusan tenaga kontrak yang berstatus sopir dan penjaga malam di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali menemui Anggota DPR RI, I Nyoman Parta untuk menyampaikan aspirasi mereka agar diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mereka meminta agar masuk dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) sehingga dapat mengikuti seleksi PPPK.

 

Aspirasi ini disuarakan langsung dalam pertemuan di Rumah Aspirasi Parta, Desa Guwang, Sukawati, pada Senin sore (15/4). Sebanyak 180 sopir dan penjaga malam dari berbagai unit kerja tergabung dalam pertemuan tersebut.

 

Salah seorang sopir yang bertugas di DPRD Provinsi Bali, I Made Wirta menyampaikan bahwa kebanyakan dari mereka telah berdedikasi dalam pekerjaannya selama bertahun-tahun namun belum mendapatkan jaminan kepastian status kepegawaian.

 

“Kami menyampaikan aspirasi terkait pengangkatan PPPK karena tidak masuk dalam database BKN. Kami berharap Pak Nyoman Parta dapat membantu memperjuangkan nasib kami agar mendapat kesempatan menjadi PPPK,” ungkapnya yang sudah 14 tahun berkarier sebagai sopir.

 

Menyikapi aspirasi tersebut, Nyoman Parta menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan para sopir dan penjaga malam ini. Meskipun masalah PPPK bukan kewenangan DPR RI, Parta berjanji untuk mencarikan solusi terbaik. Hal tersebut lantaran pengabdian para sopir dan penjaga malam ini tidak bisa dianggap remeh.

 

“Kita tidak bisa mengabaikan aspirasi mereka. Saya akan mencarikan solusi terbaik untuk masalah ini. Saya mendukung agar status mereka tidak berubah menjadi outsourcing, bahkan berupaya agar mereka dapat diangkat sebagai PPPK,” tegas Parta.

 

Politisi PDIP ini juga mengajak para pemimpin daerah di Bali, termasuk Gubernur, Ketua DPRD Bali, Bupati/Walikota, dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota, untuk bersama-sama mengusulkan agar para sopir, penjaga malam, tukang kebun, dan tenaga kontrak lainnya dapat diangkat menjadi PPPK.

 

“Saya tegaskan bahwa saya sendiri anti dengan  konsep outsourcing karena bagi saya, itu adalah bentuk perbudakan modern,” ucapnya.

 

Dengan semangat perjuangan ini, para tenaga kontrak berharap agar suara mereka didengar dan hak-hak mereka dijamin keberlanjutannya sebagai bagian dari pelayanan publik. (*)

 

https://www.balinews.id/daerah/gianyar/baru-terpilih-kembali-nyoman-parta-digerudug-ratusan-sopir-dan-penjaga-malam/

YouTube

NYOMAN PARTA SH

FACEBOOK

INSTAGRAM

Penulis

Teman Parta

Teman Parta