Gianyar, BaliNews.id – Beranjak dari keprihatinan akan banyaknya tebaran sampah plastik di wilayah Desa Kenderan, Tegalalang, Gianyar, sebagai warga Desa Kenderan dan juga Ketua Yayasan Tegalalang Resik Pertiwi serta Ketua Komunitas Clean Up Tegalalang (CUT), I Nyoman Buda Antara bersama anggota CUT lainnya merasa terpanggil ikut berkontribusi membantu Pemerintahan Desa Kenderan, untuk mengatasi permasalahan tebaran sampah plastik tersebut.
Terinspirasi dari postingan akun FB Nyoman Parta tentang kegiatan PLASTIC EXCHANGE di Banjar Wangbung, Guwang, Sukawati, akhirnya I Nyoman Buda Antara bersama anggota CUT lainnya berkoordinasi dengan Anggota DPR RI, I Nyoman Parta, untuk melaksanakan kegiatan PLASTIC EXCHANGE (Penukaran Poin Plastik Bekas Dan Kertas dengan Beras) di Desa Kenderan. Kegiatan yang dilaksanakan Minggu (9/8) ini, bisa terselenggara berkat dukungan dana dari donatur. Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatannya Yayasan Tegalalang Resik Pertiwi dan CUT bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Kenderan (Dinas dan Adat).
I Nyoman Buda Antara, mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat agar mengelola dengan memilah sampah dari sumbernya. Penukaran plastik bekas dan kertas kardus dengan beras ini hanya sebagai motivasi agar masyarakat mau memungut dan mengumpulkan plastik bekas dan benda bekas pakai palinnya agar tidak lagi dibakar atau berserakan di lingkungan sekitar termasuk mencemari sungai serta persawahan petani.
“Kegiatan ini kami persiapkan hanya dalam waktu 4 hari, awalnya saya dan anggota CUT lainnya sangat pesimis akan kehadiran masyarakat untuk menukarkan plastik bekasnya. Tapi, alangkah terkejutnya kami ketika pagi tadi warga datang berbondong-bondong membawa plastik bekas dan kertas kardus ke lokasi kegiatan di Balai Serbaguna Desa Adat Manuaba,” tegasnya.
Diungkapkanya, volume plastik bekas dan kardus yang berhasil dikumpulkan hari ini sebanyak 2 truk besar (1,7 ton), bersumber dari 10 banjar dinas yang ada di Desa Kenderan. Diyakini jumlah plastik bekas masih banyak yang belum disetorkan oleh warga mengingat waktu sosialisasi yang sangat singkat. “Acara hari ini dihadiri oleh Bapak I Nyoman Parta (Anggota DPR RI), PLT. Camat Tegallalang, Kepala Desa Kenderan, semua Bendesa Adat dan para Donatur,” jelasnya.
Buda Antara mengharapkan, kedepannya kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan terus menerus dalam kurun waktu setiap 2-3 bulan oleh Pemerintahan Desa Kenderan dengan mengalokasikan dana yang bersumber dari Dana Desa. “Desa Adat pun bisa melaksanakan dengan anggaran dari Dana Desa Adat, karena sesuai Perda Bali Nomor 4 tahun 2019 tentang Desa Adat, Pasal 22, huruf J, K dan L, sehingga sedikit demi sedikit permasalahan sampah bisa teratasi dari hulu atau sumbernya,” harapnya.
Dikatakan, dalam beberapa waktu kedepan, Yayasan Tegallalang Resik Pertiwi bersama Komunitas CUT berencana akan melaksanakan lagi kegiatan yang sama di desa yang lain di wilayah Kecamatan Tegallalang. “Kami akan kumpulkan donasi lagi dari para donatur untuk menginisiasi kegiatan PLASTIC EXCHANGE untuk desa yang lainnya”, tegas Ketua Yayasan Tegallalang Resik Pertiwi dan komunitas CUT yang akrab dipanggil Nyoman Buda tersebut. (dt)


