Nyoman Parta

Nusa Lembongan Alami Kelangkaan Gas LPG, Ini Respon Pertamina

Indonesiainside.id, Denpasar – Kelangkaan gas LPG di Nusa Lembongan selama seminggu terakhir, mendapat respon dari pihak Pertamina. Hal itu terungkap dalam pertemuan pihak Pertamina Wilayah Bali dengan pengusaha akomodasi wisata dan masyarakat umum di Nusa Lembongan, Senin (17/2) siang.

Pertemuan itu difasilitasi oleh Anggota Komisi VI DPR RI dapil Bali I Nyoman Parta, yang sebelumnya menerima keluhan terkait kelangkaan gas LPG di Nusa Lembongan. Hadir juga dalam pertemuan itu Agen penyalur gas LPG untuk wilayaj Nusa Penida, Nusa Ceningan termasuk Nusa Lembongan. Pihak KSOP Padangbai juga hadir dalam pertemuan itu.

Pada kesempatan itu, pihak Pertamina menjamin tak akan ada lagi kelangkaan gas LPG di Nusa Lembongan. Pertamina melalui agennya di Kusumba akan secepatnya menyalurkan gas LPG ke SPBE di Nusa Ceningan, apalagi hari raya Galungan sudah di depan mata. “Kita segera pasok apalagi menjelang galungan agar kebutuhan di sini terpenuhi,” ujar Salesman Area Manager Ritel Pertamina Bali Deny Sukender.

Untuk masyarakat Nusa Lembongan yang ingin membeli gas LPG (nonsubsisi) di Kusumba, pihak Pertamina akan memfasilitasi dengan menyediakan daftar agen resmi, agar terhindar dari pembelian gas LPG oplosan.

“Mau cari alternatif lain (tidak beli di SPBE Nusa Ceningan), boleh, kita akan kasih list agen maupun pangkalan dan Contact person di daratan di Klungkung untuk membeli LPG yang memamg menjadi produk asli pertamina,” ujarnya.

Terkait teknis pengangkutan gas LPG dengan menggunakan perahu, perlu koordinasi lebih lanjut dengan KSOP, Polairud dan pihak lain. Pertamina, kata dia, hanya mengurus produk pertamina seperti gas, tidak punya kewenangan soal pengangkutannya.

Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta menyambut baik respon Pertamina untuk segera memasok gas LPG ke sana. “Ya g paling penting Pertamina janji akan menjaga kesedian kebutuhan pasokan BBM maupun LPG ke Lembongan. Khusus untuk cuaca buruk dan airl laut surut, Pertamina akan melakukan upaya dan mengambil inisiatif untuk mengundang pihak terkait agar ada selusi,” ujar Parta.

Politikus PDI-P ini menegaskan, jika pemerintah dan Pertamina ingin membantu rakyat pasti bisa ada solusinya. “Jangan biarkan ada gangguan cuaca mobil tanker tidak bisa bersandar, LPG dan BBM langka. Rakyat membeli ke kusamba malah ditangkap dengan alasan membawa bahan berbahaya,” katanya.

Parta menegaskan akan mengawal janji pihak Pertamina tersebut. “Saya akan kawal terus sampe solusinnya terwujud. Ingat, sekali lagi Nusa Lembongan adalah daerah kepulauan, perlakuannya tidak boleh sama dengan daratan,”tegas Parta.

Sebelumnya, para pengusaha hotel dan restoran serta masyarakat umum di Nusa Lembongan mengeluhkan terjadinya kelangkaan gas LPG selama seminggu terakhir. Padahal di sana sudah ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE), tepatnya di Nusa Ceningan, tak jauh dari Nusa Lembongan.

Para pengusaha setempat pun berusaha mendatangkan gas LPG dari Pelabuan Kusumba menggunakan perahu, yang lokasinya lebih jauh dari SPBE Nusa Ceningan. Celakanya, perahu sering dirazia oleh Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud). Ada pemilik perahu yang mengangkut tabung gas LPG ditangkap Polairud di tengah laut. Ada dua orang yang kini masih ditahan. Kini perahu tak berani mengangkut tabung gas LPG. Ini yang menyebabkan kelangkaan gas LPG itu berlarut-larut hingga seminggu lamanya. (PS)

YouTube

NYOMAN PARTA SH

FACEBOOK

INSTAGRAM

Penulis

Teman Parta

Teman Parta