BALI EXPRESS- Anggota DPR RI Nyoman Parta turut memberi komentar terkait beredarnya video pembubaran diskusi The People’s Water Forum (PWF) di Bali yang diduga dilakukan oleh kelompok ormas.
Untuk diketahui, PWF merupakan ruang masyarakat sipil untuk merespon Agenda Word Water Forum (WWF), mengkritisi privatisasi air, dan mendorong pengelolaan air untuk kesejahteraan rakyat.
Dalam video yang beredar memperlihatkan aksi keributan yang terjadi antara sekelompok pria berbadan kekar dengan menggunakan masker dengan the People’s Water Forum (PWF) yang sedang menggelar diskusi di Hotel Oranjje, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar Timur, pada Senin (20/5) dan Selasa (21/5).
Menanggapi hal tersebut, Nyoman Parta mempertanyakan aksi pembubaran tersebut.
“Diskusi tentang air kok dibubarin?” tulisnya melalui akun media sosial Facebook pribadinya dikutip pada Rabu (22/05).
Pihaknya pun menyindir kelompok pria berbadan kekar yang melarang jalannya diskusi PWF tersebut.
“Takut dengan orang berdiskusi, mundur ke jaman orba. Saluran komunikasi tidak boleh mampet, agar tidak menjadi banjir,” tulisnya.
Pihaknya pun menyayangkan aksi pembubaran terhadap forum intelektual tersebut atas alasan apapun.
Lanjutnya, bangs aini didirikan dari tradisi intelektual pergulatan pemikiran para pendiri bangsa, bukan dari kekerasan.
“Masyarakat sipil jangan mau diadu#air untuk rakyat,” tulisnya.
Sebelumnya, dalam video yang beredar dan dibagikan oleh salah satu akun @jeg.bali terlihat Mantan Hakim MK I Dewa Gede Palguna terlibat keributan dengan kelompok pria berbadan kekar tersebut.
Dewa Gede Palguna disebutkan akan menjadi narasumber dalam acara diskusi yang digelar The People’s Water Forum namun diusir oleh kelompok diduga ormas tersebut.
Sementara pada video lainnya, terlihat salah satu pendiri Taman Baca Kesiman Agung Alit juga terlihat dihalangi untuk masuk ke dalam hotel tempat berlangsungnya acara diskusi.
https://baliexpress.jawapos.com/bali/674678470/nyoman-parta-soroti-pembubaran-diskusi-pwf-diskusi-tentang-air-kok-dibubarin?page=2
