JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM— Pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir terkait kondisi carut marutnya BUMN Perkebunnan, PTPN termasuk soal utang Rp43 Triliun membuat kesal masyarakat. Karena Menteri BUMN dinilai hanya sebatas mengumbar wacana saja, bukan melakukan langkah konkret. “Jangan selalu menyalahkan masa lalu, karena menjadi menteri BUMN bukan sebulan dua bulan, saya kira sudah berjalan dua tahun,” kata Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta dtemui wartawan di Jakarta, Rabu (29/9/2021).
Menurut Parta, sebagai seorang pemimpin mestinya Erick Tohir melakukan upaya perbaikan yang konkret dan terkonsolidasi dengan baik. “Jangan hanya ‘NATO’ lah (No Action Talk Only), buktikan donk dengan solusi yang konkret mengatasi tingginya utang di PTPN itu.
Yang aneh itu, kata Legislator asal Bali, ada utang besar malah membentuk holding. Bahkan malah sibuk bicara di media massa. “Persoalan hanya bisa diurai dengan visi yang kuat bukan dengan omongan yang belum tentu bisa menyelesaikan persoalan mendasarnya,” sindir Politikus PDIP.
Parta-sapaan akrabnya, membengkaknya utang PTPN karena tidak ada sistem pengawasan yang memadai. “BUMN harusnya diurus orang-orang yang bermental anti korupsi, bukan mental pecundang dan pemburu rente,” tegasnya.
Selain itu, menurutnya, biaya operasional di PTPN tinggi tapi hasil sawitnya kalah dengan perusahaan swasta. Hal inilah yang menyebabkan PTPN kalah bersaing dengan swasta. “Kementerian BUMN sebagai leadernya mestinya memperbaiki kinerja PTPN adalah sebuah keharusan,” ucapnya lagi.
Parta juga menyarankan agar Menteri BUMN menjauhkan kepentingan-kepentingan politis dan pragmatis yang jadi beban BUMN selama ini. “Jajaran board direction misalnya harus diisi orang-orang mumpuni dan berjiwa merah putih bukan diisi orang-orang berlatarbelakang kepentingan pragmatis.”
Diketahui, dalam sebuah acara, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN menanggung utang US$3,1 Miliar atau sekitar Rp43 triliun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan industri perkebunan sawit milik swasta yang justru untung. “Yang luar biasa juga di PTPN ini utang Rp 47 triliun. Padahal yang namanya industri kebun kelapa sawit swasta untung. Ini malah utang besar,” katanya, dalam acara Talkshow Bangkit Bareng, Selasa (28/9/2021).
https://www.suarainvestor.com/utang-bumn-menggunung-parta-meneg-bumn-jangan-kebanyakan-wacana/


