Nyoman Parta

Nyoman Parta Menerima Korban Investasi Bodong di Rumah Aspirasi

Masyarakat Bali berhati-hatilah berinvestasi : Dua hari lalu sudah agak malam Anggota DPR RI Nyoman Parta didatangi oleh nasabah atau member Promote Together. Mereka datang karena mereka mendengar Nyoman Parta pernah menangani kasus-kasus sejenis yang pernah terjadi di Bali

Promote Together merupakan perusahan berbasis aplikasi online. Dan kenapa mereka para korban ini tertarik, karena perusahaan ini menggandeng beberapa perusahan besar internasional. Mereka tidak pernah mengecek keabsahannya karena yang datang menawarkan produk adalah agen yang juga member, yang juga mereka kenal, baik teman maupun saudara

Bentuk perdagangannya adalah membeli produk dalam bentuk barang dengan harga yang telah ditentukan, dan dari pembelian produk barang itu mereka akan dapat keuntungan harian ada juga mingguan. Para korban termahal membeli barang pada aplikasi itu sebesar Rp. 22.000.000

Terakhir sebelum aplikasi Promote Together ini hilang mereka membeli barang dengan harga Rp. 6.600.000, dan diperkirakan yang membeli banyak karena Bali dialokasikan kuota 10.000 member, juga dijanjikan mereka dapat keuntungan harian 1.200.000 dan satu orang boleh menjadi banyak member, satu member bisa beli sampai 5 atau lebih barang yg sama.

Menurut mereka, korban di Bali yang ada di group saja ada 500 orang. Jika di hitung secara sederhana saja Rp. 6.600.000 jika dikalikan 10.000 member maka 66 M. Belum lagi yang rugi 22.000.000 dan juga ada yang hanya 1.000.000 tergantung barang yang dibeli.

Selanjutnya keterangan mereka setelah transaksi, admin menjawab bahwa transaksinnya sukses mereka berhak atas bunga pertama 1.200.000 “apakah adminnya orang atau robot” mereka juga tidak tahu. Dan tanggal 14 September 2021 akun Promote Together ini sudah hilang.

Adapun perwakilan yang datang :
1. Indar Ependi
2. Wahyudi Chairul
3. Agus Sumaryono
4. Ni Luh Made Puspa
5. Ni Ketut Sudarmi
6. Halilah
7. Birgitta Yenny Wahyu Pudyastari
8. I komang Sudiarsa
9. Ni nyoman Sriadnyani
10. Nyoman Mertaya

Sebagai anggota DPR RI, nyoman Parta sudah berkomunikasi dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), jawabannya perusahaan yang dimaksud tidak terdaftar

Sebagai catatan, sepertinnya para investor jahat sudah mempelajari sisi kelemahan masyarakat Bali, jika berinvestasi sering tertutup, agar tidak diketahui punya uang atau takut jadi sumber iri hati, mungkin juga takut “dileakin” celetuk Nyoman Parta di akun media sosialnya. Terus ketika sdh ada masalah jarang yang melapor karena malu, ada juga yang menyerahkan ke hukum karma. Sudah diduga seperti itu “Neh turah sube!”

YouTube

NYOMAN PARTA SH

FACEBOOK

INSTAGRAM

Penulis

Teman Parta

Teman Parta